Home Penelitian Produk Pengetahuan IndoQi Berita Tentang Kami

Bergabung untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran terkait kesehatan

Atau

Contact us

Berita

...
Pelatihan 10 LMKM Untuk Nakes Dan Non-Nakes Puskesmas Klabang, Bondowoso

2022-12-11

Puskesmas Klabang menyelenggarakan pelatihan kepada para petugas kesehatan dan non-kesehatan. Demi mendukung pemberian ASI eksklusif, para petugas kesehatan dan non-kesehatan perlu mengetahui dan meningkatkan pelayanan 10 di fasilitas kesehatan. Sehingga dengan menerapakan pelayanan yang disesuaikan dengan 10 LMKM, para nakes dan non-nakes Puskesmas Klabang dapat membantu masyarakat dalam memberikan ASI secara eksklusif.

...
Sosialisasi 10 LMKM puskesmas Sememi, Surabaya

2022-12-11

Puskesmas Sememi, Kota Surabaya telah melaksanakan Sosialisasi 10 LMKM (Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui) secara daring via a[plikasi tatap muka Zoom Meeting pada Selasa, 15 September 2020. Kegiatan sosialisasi 10 LMKM ini dihadiri oleh 30 orang kader posyandu. Meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring, kegiatan ini berjalan lancar dan peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi ini. Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Sememi yaitu dr. Lolita Riamawati M. Kes dan Petugas Gizi Puskesmas Sememi yaitu Hofifi, S. Gz. Materi. Peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini tidak hanya mendapaat materi yang bermanfaat, namun sekaligus mendapatkan sertifikat elektronik. Acara yang sangat baik ini diharapkan dapat membawa hasil yang baik pula. Selamat kepada Puskesmas Sememi karena sudah melaksanakan salah satu kegiatan untuk mendukung keberhasilan ibu menyusui. Bagi Anda yang tinggal di sekitar Kecamatan Sememi, Kota Surabaya, bisa mendapatkan layanan dukungan ASI eksklusif dari Puskesmas Sememi. Layanan-layanan tersebut meliputi :  Layananan selama kehamilan Persalinan Pasca persalinan hingga layanan dukungan ketika tengah mengalami masalah menyusui .

...
Memperingati pekan menyusui sedunia RSU Haji, Surabaya

2022-12-11

Pada Bulan Agustus RSU Haji Kota Surabaya memperingati Pekan ASI sebagai komitmen sebagai rumah sakit sayang ibu dan anak yang menerapkan Program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) guna mewujudkan masyarakat Jawa Timur cerdas dan sehat. Kegiatan in dihadiri oleh Ibu dr. Endang Prabawati, M.Kes sebagai Wadir Pelayanan Medik & Keperawatan, Bapak Sugeng Harjianto, SKM, MPH sebagai Wadir Umum dan Keuangan, Bapak drg. Ansarul Fahrudda, M.Kes sebagai Wadir Penunjang Medik dan Diklit, dr Wida Mardiana, Sp.S sebagai Ketua Tim PKRS, dr. Arief Wijaya Rosli, SpA sebagai Konselor ASI, Bapak & Ibu Pejabat Eselon III dan IV RSU Haji Surabaya, dan para peserta kegiatan. Bahkan Direktur RSU Haji, yaitu Ibu Sri Agustina Ariandhani menyampaikan bahwa dengan menyusui, maka ibu akan terhindar dari berbagai risiko penyakit seperti kanker payudara. ASI memiliki kandungan nutrisi yang sangat tinggi yang dibutuhkan bagi proses tumbuh kembang bayi. Dengan asupan nutrisi yang cukup itulah, maka bayi akan tumbuh sehat, kuat dan menjadi generasi yang berkualitas.  ASI adalah makanan alami yang diproduksi dalam tubuh seorang ibu sehingga ramah terhadap lingkungan. Maka dengan memberikan dukungan bagi ibu menyusui merupakan bagian dari dukungan kita dalam mewujudkan bumi yang sehat. https://www.instagram.com/p/CGcbuCJg1tF/?utm_source=ig_web_copy_link

...
Sosialisasi 10 LMKM kepada staff Puskesmas Kotakulon, Bondowoso

2022-12-11

Pukesmas Kotakulon Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan kegiatan sosialisasi 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) pada staff kesehatan dan non-kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan ASI eksklusif serta salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan 10 LMKM di fasilitas kesehatan. Pelayanan 10 LMKM di faskes tidak hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan tetapi tenaga non-kesehatan juga berperan dalam mempromosikan ASI eksklusif. Dengan menerapkan pelayanan 10 LMKM, para nakes dan non-nakes Pukesmas Kotakulon diharapkan dapat mendukung masyarakat dalam pemberian ASI eksklusif melalui konseling laktasi serta pelayanan yang dapat membantu ibu menyusui untuk mengatasi masalah menyusui. Dukungan terhadap pemberian ASI dapat membawa dampak yang baik pada angka menyusui di wilayah kerja Puskesmas Kotakulon. https://www.instagram.com/p/CGkAQYlgnx4/?utm_source=ig_web_copy_link

...
Sosialisasi 10 LMKM kepada staff Puskesmas Ijen, Bondowoso

2022-12-11

Puskesmas lain di Kabupaten Bondowoso, yaitu Puskesmas Ijen juga menyelenggarakan pelatihan untuk nakes dan non-nakes. Pelatihan ini bertujuan untuk mensosialisasikan 10 LMKM di faskes dengan menerapkan dengan baik 10 LMKM yang telah dibuat dan disesuaikan berdasarkan kondisi pandemi COVID-19 saat ini. Pelayanan saat persalinan dan pasca persalinan dilakukan dengan dasar 10 LMKM yang telah dibuat, sehingga para ibu menyusui akan mendapatkan dukungan menyusui pada saat sebelum persalinan seperti edukasi tentang cara menyusui dan pentingnya ASI, serta dukungan menyusui pasca persalinan seperti IMD, rawat gabung, serta konseling menyusui yang Mommy butuhkan ketika mengalami masalah menyusui si kecil.

...
Pelatihan 10 LMKM Untuk Nakes Dan Non-Nakes Puskesmas Nangkaan, Bondowoso

2022-12-11

Puskesmas Nangkaan mengadakan sosialisasi 10 LMKM pada nakes dan non-nakes demi memberikan pelayanan yang baik dalam penerapan 10 LMKM di Puskesmas Nangkaan. Pelatihan 10 LMKM telah dilaksanakan secara online pada tanggal 23 September 2020. Meski disampaikan melalui media Zoom, para nakes dan non-nakes tetap antusias mengikuti kegiatan pelatihan ini. Materi-materi yang disampaikan pun sesuai dengan pelatihan yang telah digelar sebelumnya oleh CPHI FK UNUD dan GAIN Indonesia.

...
Pelatihan 10 LMKM untuk Nakes Dan Non-Nakes Puskesmas Binakal, Bondowoso

2022-12-11

Menyelenggarakan sosialisasi 10 LMKM pada petugas kesehatan dan non-kesehatan merupakan salah satu upaya Puskesmas Binakal untuk memberikan pelayanan yang baik pada para ibu bersalin dan menyusui. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan yang diadakan oleh CPHI FK UNUD dan GAIN beberapa waktu lalu melalui Zoom, kini perwakilan Puskesmas Binakal juga turut menularkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan tersebut kepada rekan tenaga kesehatan dan non-kesehatan. Bagi yang bertenpat tinggal dekat dengan Puskesmas Binakal, sangat disarankan untuk melakukan persalinan dan Konseling laktasi di Puskesmas Binakal karena Puskesmas Binakal sudah termasuk #faskessahabatASI.

...
Sosialisasi 10 LMKM untuk Nakes Dan Non-Nakes Puskesmas Kademangan, Bondowoso

2022-12-11

Puskesmas Kademangan di Kabupaten Bondowoso juga mengadakan sosialisasi 10 LMKM sebagai bentuk dukungan Puskesmas Kademangan dalam mempromosikan pemberian ASI Eksklusif. Cerminan kepedulian Puskesmas Kademangan terhadap pemberian ASI eksklusif dicurahkan dengan mengadakan sosialisasi ini. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari CPHI FK UNUD dan GAIN Indonesia yang sebelumnya telah memberikan pelatihan kepada perwakilan staff Puskesmas Kademangan yang kini telah disampaikan kembali kepada para rekan-rekan nakes dan non-nakes.

...
Sosialisasi 10 LMKM Kepada Staff Puskesmas Tenggarang, Bondowoso

2022-12-11

Puskesmas Tenggarang melaksanakan sosialisasi 10 LMKM pada seluruh staff nakes dan non-nakes sebagai bentuk kepedulian terhadap keberhasilan menyusui. Sosialisasi menekankan pada pentingnya penerapan 10 LMKM di tingkat Puskesmas. Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk mempermudah para ibu yang akan bersalin dan ibu menyusui untuk mendapatkan informasi seputar ASI. Serta edukasi dalam pemberian ASI eksklusif yang baik dan benar. Dukungan-dukungan ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan para staff dalam membantu para ibu menyusui untuk mengatasi masalah menyusui.

...
Mengenal Baby-friendly Hospital Initiative (BFHI) 

2022-12-04

Mengenal BFHI Baby-friendly Hospital Initiative (BFHI) merupakan sebuah inisiatif global yang diluncurkan oleh World Health Organization (WHO) dan United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) pada tahun 1991. Inisiatif global ini didasari oleh didasari oleh Deklarasi Innocetti on the Protection, Promotion and Support of Breastfeeding (1990) dan Ten Step to Successful Breastfeeding (1989). 1 BFHI merupakan sebuah program yang secara global menekankan implementasi dari Ten Steps to Successful Breastfeeding (10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui) dan The International Code of Marketing of Breast-milk Substitutes (Kode Internasional Pemasaran Pengganti ASI). Banyak bukti substansial bahwa pengimplementasian dari BFHI secara signifikan meningkatkan angka menyusui. BFHI berusaha untuk mengimplementasikan praktik untuk melindungi, mempromosikan dan mendukung menyusui. BFHI membantu fasilitas kesehatan atau rumah sakit untuk memberi ibu informasi, kepercayaan diri dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan inisiasi dan melanjutkan menyusui bayinya.  Sejak diluncurkan, BFHI ini telah berkembang dan pada 2018, WHO dan UNICEF menyatakan hampir semua negara di dunia telah mengimplementasikan inisiatif global ini, walaupun dalam penerapannya dengan tingkat keberhasilan yang beragam. Inisiatif global ini memiliki dampak yang terukur dan terbukti meingkatkan kemungkinan bayi mendapat ASI eksklusif pada enam bulan pertamanya.2 Untuk membantu implementasi dari inisiatif ini menjadi lebih baik, maka dikembangkanlah alat dan materi yang bermacam-macam, seperti tes lapangan dan pengadaan ; yang termasuk didalamnya adalah kursus bagi petugas yang menangani kehamilan, alat penilaian diri dan alat penilaian eksternal. Alat tambahan lainnya yang juga dikembangkan, seperti alat untuk monitoring dan reassesment. Tujuan BFHI Menurut berkas Protecting, Promoting and Supporting Breastfeeding in Facilities Providing Maternity and Newborn Services: Implementing The Revised Baby-Friendly Hospital Initiative 2018  tujuan utama dari BFHI adalah untuk memastikan ibu dan bayi yang baru lahir mendapat pelayanan yang tepat sebelum dan selama tinggal di fasilitas yang menyediakan maternitas, agar memungkinkan pemberian makanan yang optimal pada bayi yang baru lahir, sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan perkembangan mereka. Pada berkas yang sama, dijelaskan juga bagaimana peran dari fasilitas kesehatan yang memiliki layanan maternitas yang dikaitkan dengan 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui. Dibahas juga penerapan BFHI secara nasional dan bagaimana keberlanjutannya. Setelah menjadi kesepakatan global, BFHI mulai merambah dan berusaha diadopsi oleh kebijakan-kebijakan nasional untuk nantinya diterjemahkan pada kebijakan dengan lingkup yang lebih spesifik. Gambar Key responsibilities of a national BFHI programme. Dalam penerapan BFHI skala nasional terdapat sembilan key responsibilities. Poin nomor satunya adalah kepemimpinan secara nasional dan koordinasi. Pengimplementasian BFHI menekankan bahwa kepemimpinan secara nasional (termasuk keterlibatan yang mendalam dan dukungan nasional) adalah kunci dari keberhasilan implementasi BFHI. Manfaat dari BFHI BFHI memang tidak bisa menghasilkan manfaat secara langsung, perlu beberapa tahapan sampai nantinya paling bermanfaat, yakni saat suatu fasilitas kesehatan atau rumah sakit menerapkan Baby-friendly dalam kegiatan-kegiatannya, dimana tentu saja itu sangat menguntungkan bagi ibu dan bayi. Dengan adanya kesadaran global, BFHI ini akan menjadi dasar yang sangat baik bagi negara-negara yang ada di dunia. Negara-negara ini jadi punya suatu pegangan atau suatu dasar untuk merumuskannya secara lebih spesifik melalui peraturan nasional ataupun lebih spesifik sampai tingkat daerah. Pada negara yang sudah menerapkan dan mengintegrasikan BFHI dalam aturan nasionalnya maka akan mulai dibuat aturan turunan di daerah dan akhirnya pada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memiliki layanan maternitas. Rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang memiliki layanan maternitas yang telah menerapkan Baby-friendly terbukti dapat meningkatkan angka ASI eksklusif.3  Sekilas Penerapan BFHI di Dunia Meskipun hampir seluruh negara di dunia telah mengimplementasikan BFHI. Cakupannya secara umum masih cukup rendah, seperti pada 2011, estimasi dari WHO dan UNICEF menyebutkan bahwa hanya 28% fasilitas yang melayani maternitas telah menerapkan Baby-friendly. Pada 2017, WHO mengestimasikan hanya sekitar 10% dari total bayi yang lahir di dunia, lahir pada fasilitas kesehatan yang menerapkan Baby-friendly.4 Walaupun program BFHI ini telah berhasil meningkatkan kualitas layanan maternitas di banyak negara di dunia, standar internasional untuk memberikan kriteria spesifik dan alat evaluasi untuk program ini belum dikembangkan, keadaan ini menyebabkan adanya keberagaman dalam pengimplementasian BFHI di seluruh dunia.  *** Sumber : UNICEF & WHO. (2009). BHFI Section 1 : Background and implementation. https://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/bfhi_trainingcourse/en/ UNICEF & WHO. (2018). Protecting, promoting and supporting breastfeeding in facilities providing maternity and newborn services: The revised Baby-Friendly Hospital Initiative. Implementation guidance. 2018. World Health Organization: Geneva. https://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/bfhi-implementation/en/ Health Hub. 2019. Baby-Friendly Hospital Initiative. Diakses dari situs https://www.healthhub.sg/a-z/medical-and-care-facilities/63/baby-friendly-hospital-initiative pada 13 Oktober 2020 World Health Organization. (2017). National implementation of the Baby-friendly Hospital Initiative. World Health Organization: Geneva. https://www.who.int/nutrition/publications/infantfeeding/bfhi-national-implementation2017/en/

...
Miniloka pelatihan promosi dasar menyusui puskesmas sidotopo, surabaya

2022-12-04

Puskesmas Sidotopo Wetan, Kota Surabaya menggelar miniloka tentang pelatihan dasar promosi menyusui. Kegiatan diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus dan 16 September 2020. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen pimpinan dan seluruh jajaran staf Puskesmas Sidotopo Wetan dalam melaksanakan program 10 Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui (LMKM) di fasilitas kesehatan. Miniloka Promosi Dasar Menyusui yang diadakan pada tanggal 22 Agustus 2020 dihadiri oleh 14 petugas non kesehatan yang difasilitatori oleh Adinda Anggi. Sedangkan miniloka Tatalaksana Konseling Dasar Menyusui bagi Nakes diselenggarakan pada tanggal 16 September 2020 yang diikuti oleh 36 nakes dan difasilitatori oleh Sri Ema Kristiana Kusumastuti. Para fasilitator tersebut telah mendapatkan pelatihan yang sebelumnya telah diselenggarakan oleh CPHI FK UNUD dan GAIN Indonesia melalui Zoom. Menurut Basilius Agung Suryono, Kepala Puskesmas Sidotopo Wetan mengatakan bahwa petugas non kesehaatan merupakan bagian dari organisasi fasilitas kesehatan yang juga memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan ASI eksklusif. Namun penting untuk diingat, bahwa ibu pasca melahirkan memiliki gejolak emosi yang tinggi. Jika komunikasi yang dilakukan tidak tepat akan terdapat kecenderungan ibu tersinggung dan stres. Ibu pasca melahirkan bagaikan memasuki dunia baru ketika semua orang menuntutnya menjadi ibu yang sempurna. Dalam mempromosikan pentingnnya ASI diperlukan strategi komunikasi yang tepat agar pesan yang disampaikan bisa diterima dengan baik oleh ibu. Berdasarkan fakta tersebut, maka penting kiranya petugas non kesehatan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan tentang promosi ASI. Untuk itulah pentingnya miniloka ini diselenggarakan.