2026-01-15
Center for Public Health Innovation (CPHI) melaksanakan sub-studi yang didukung oleh sub-grant dari Kirby Institute’s RAPID CRE Study, dengan fokus pada penguatan kemitraan publik–swasta dalam pemeriksaan Point-of-Care Testing (POCT) serta tindak lanjut layanan bagi perempuan pada layanan antenatal care (ANC). Studi ini berkontribusi dalam mendukung upaya triple eliminasi HIV, sifilis, dan hepatitis B di Indonesia, khususnya melalui penguatan kesinambungan layanan pasca pemeriksaan. Sebagai bagian dari proses berbagi pembelajaran berbasis bukti, CPHI telah menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Studi secara daring. Kegiatan ini dihadiri oleh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah, termasuk perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dinas Kesehatan Provinsi, dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Diseminasi ini menjadi ruang dialog untuk mendiskusikan temuan-temuan kunci terkait alur rujukan pasca POCT HIV, sifilis, dan hepatitis B dalam layanan ANC, khususnya pada konteks sektor swasta. Hasil studi menyoroti pentingnya: Penguatan alur rujukan pasca pemeriksaan POCT untuk memastikan kesinambungan layanan Peran strategis sektor swasta, termasuk bidan dan klinik, dalam mendukung program triple eliminasi Kolaborasi yang lebih terstruktur antara fasilitas pelayanan kesehatan publik dan swasta Temuan dan diskusi yang berkembang dalam kegiatan diseminasi ini memberikan masukan berbasis bukti bagi penguatan kebijakan dan implementasi program kesehatan ibu dan anak, termasuk integrasi layanan dalam kerangka Elimination of Mother-to-Child Transmission (EMTCT). CPHI menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota Fasilitas pelayanan kesehatan primer (puskesmas) Penyedia layanan sektor swasta, termasuk bidan dan klinik Seluruh responden penelitian Tim peneliti yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan studi dan diseminasi hasil Melalui kegiatan ini, CPHI menegaskan komitmennya untuk terus mendukung penguatan sistem kesehatan melalui penelitian dan diseminasi berbasis bukti, serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak di Indonesia
2025-12-08
Pusat Unggulan IPTEKS Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana berkolaborasi dengan Scholars of Sustenance (SOS) Bali menyelenggarakan forum diseminasi program SATE LILIT (Selamatkan Asupan Terbaik Lewat Inovasi Literasi dan Edukasi Terpadu) pada 8 Desember 2025. Bertempat di Ruang Sidang Prof. Ngoerah, Kampus Sudirman, acara ini memaparkan hasil implementasi program yang didanai oleh Matching Fund Kedaireka 2025. Program ini difokuskan pada peningkatan literasi gizi dan reduksi limbah pangan di tiga sekolah dasar di Kabupaten Karangasem, yakni SDN 1 Manggis, SDN 2 Besakih, dan SDN 3 Labasari. Melalui pendekatan modul berbasis Tri Hita Karana dan pendampingan mahasiswa, program ini berhasil membentuk karakter siswa. Dalam forum ini, dipaparkan pula keberhasilan inisiatif "Kesatria Penyelamat Pangan" yang menempatkan siswa sebagai agen perubahan. Dihadiri oleh Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, akademisi, dan mitra terkait, kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan "Pohon Harapan". Sesi ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk replikasi program dan integrasi kurikulum, dengan harapan terciptanya kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan demi ketahanan pangan dan gizi anak sekolah.
2025-12-06
Badung, 6–7 Desember 2025, PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana melaksanakan Boot Camp STRIKE (Strategic Reinforcement for Institutional Knowledge & Ecosystem) di Tijili Hotel Benoa sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah kelembagaan, memperbarui strategi institusi, dan mengoptimalkan ekosistem inovasi riset kesehatan masyarakat. Boot camp ini dirancang sebagai forum internal untuk evaluasi capaian program, penyelarasan visi lembaga, serta perumusan prioritas strategis CPHI menuju periode 2025–2029. Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh tim untuk melihat kembali perjalanan CPHI di lima tahun terakhir, sekaligus merancang langkah-langkah penguatan untuk masa depan. Peserta boot camp terlibat dalam penyusunan arah dan program strategis 2025–2029, yang menekankan penguatan kapasitas riset, pemanfaatan teknologi digital untuk diseminasi ilmu pengetahuan, peningkatan ekosistem kolaborasi. Boot Camp STRIKE tidak hanya menjadi ruang perencanaan strategis, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun kekompakan tim, memperkuat budaya kerja kolaboratif, dan menyatukan semangat untuk menghadapi tantangan riset dan inovasi kesehatan ke depan. Dengan pendekatan reflektif dan terstruktur, kegiatan ini menegaskan komitmen CPHI untuk terus berkembang sebagai lembaga riset yang inovatif, responsif, dan berdampak bagi masyarakat.
2025-12-05
Badung, 5–6 Desember 2025, PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana telah melaksanakan National Co-Creation & Learning Meeting IndoQI-HIV Collaborative 2025 di Mercure Bali Nusa Dua Hotel. Kegiatan ini menjadi rangkaian penting dalam pertemuan nasional dan diseminasi hasil penelitian yang dilaksanakan dalam kerangka program IndoQI-HIV Collaborative. Pertemuan ini dirancang sebagai forum pembelajaran bersama dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peningkatan mutu layanan HIV di Indonesia, dengan fokus pada pemanfaatan temuan penelitian sebagai dasar penyusunan strategi tindak lanjut di tingkat layanan. Dalam pertemuan nasional ini, CPHI bersama enam pusat penelitian mitra IndoQI memaparkan hasil baseline Patient-Reported Experience Measures (PREMs) dan Readiness Mini Assessment (RMA) yang dikumpulkan dari berbagai layanan kesehatan. Paparan ini menyoroti pengalaman penerima layanan HIV serta tingkat kesiapan fasilitas dalam mengimplementasikan upaya peningkatan mutu layanan. Pertemuan ini tidak hanya berfokus pada penyajian hasil, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan temuan lapangan, mengidentifikasi pola umum maupun konteks spesifik di masing-masing lokasi, serta memastikan bahwa data yang dihimpun benar-benar mencerminkan pengalaman dan kebutuhan penerima layanan HIV. Dengan demikian, hasil baseline ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi perencanaan intervensi dan pengembangan model peningkatan mutu layanan di masa mendatang. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum lintas sektor yang mempertemukan peneliti, pemerintah, dan fasilitas layanan kesehatan dalam satu ruang dialog kolaboratif. Melalui diskusi terarah, peserta bersama-sama merumuskan strategi tindak lanjut yang mencakup penguatan integrasi layanan, pengurangan stigma dan diskriminasi dalam layanan HIV, serta penyusunan arah kolaborasi IndoQI ke depan. Melalui National Co-Creation & Learning Meeting ini, CPHI Udayana memperkuat perannya sebagai penggerak kolaborasi nasional berbasis pembelajaran dan kualitas. Pertemuan ini kegiatan untuk mengembangkan agenda bersama IndoQI-HIV Collaborative di tahun-tahun berikutnya, sekaligus memperkuat sinergi antara penelitian, kebijakan, dan praktik layanan di lapangan demi tercapainya layanan HIV yang bebas stigma.
2025-12-04
Denpasar, 4 Desember 2025, PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Pengembangan Produk Berbasis Teknologi sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas internal dalam inovasi, pengembangan produk, dan hilirisasi hasil riset. Workshop ini merupakan tindak lanjut dari agenda pengembangan layanan berbasis teknologi yang diinisiasi CPHI di sepanjang tahun 2025. Kegiatan workshop dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada tim pengelola program mengenai konsep, strategi, dan praktik pengembangan produk berbasis teknologi. Workshop ini bertujuan menguatkan kemampuan tim dalam merancang produk inovasi, memetakan potensi riset, serta mengembangkan media diseminasi berbasis web dan dashboard interaktif sebagai sarana publikasi hasil penelitian. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan materi mengenai pengelolaan platform digital, pemanfaatan teknologi web dalam publikasi ilmu pengetahuan, serta strategi penyusunan konten yang efektif untuk memperluas jangkauan dampak penelitian. Workshop juga membahas prinsip produk inovatif yang relevan bagi kebutuhan masyarakat, mulai dari tahapan konseptual, identifikasi kebutuhan pengguna, hingga perancangan prototipe awal. Dengan adanya workshop ini, CPHI menegaskan komitmennya untuk mengembangkan ekosistem inovasi yang holistik, menggabungkan riset, teknologi, dan strategi hilirisasi berbasis bukti. Penguatan kapasitas internal diharapkan mampu mendorong lahirnya produk-produk inovatif yang tidak hanya responsif terhadap tantangan kesehatan masyarakat, tetapi juga berkelanjutan dan mudah diakses oleh berbagai pemangku kepentingan.
2025-12-03
Denpasar, 3 Desember 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Hilirisasi Prototype E-Learning sebagai langkah strategis untuk memperkuat kemampuan internal dalam mengelola sistem pembelajaran digital yang terintegrasi dengan website CPHI. Workshop ini menjadi bagian dari upaya pengembangan layanan berbasis teknologi sekaligus memastikan bahwa prototipe e-learning yang telah dibangun dapat dioperasikan secara mandiri dan berkelanjutan oleh tim pengelola. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman teknis dan praktis mengenai cara mengelola halaman e-learning dalam website CPHI. Pelatihan mencakup pengenalan struktur web, pengaturan halaman kursus, pengunggahan konten pembelajaran, penataan materi modul, serta pengelolaan navigasi dan tampilan halaman agar ramah pengguna. Selain itu, peserta mendapatkan arahan terkait manajemen halaman admin, pengelolaan akun pengguna, serta langkah troubleshooting dasar apabila terjadi kendala teknis dalam pengoperasian web. Selama workshop berlangsung, peserta berkesempatan mempraktikkan langsung proses pemutakhiran konten pada prototipe e-learning, termasuk penambahan materi, penyuntingan halaman, dan pengaturan tautan pembelajaran. Pendekatan praktik langsung ini dirancang agar tim mampu memahami alur kerja sistem secara utuh sehingga dapat mengelola platform pembelajaran digital tanpa ketergantungan teknis kepada pihak eksternal. Workshop ini juga membahas strategi pengembangan berkelanjutan untuk memastikan platform e-learning tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan pengguna. Diskusi mencakup penguatan struktur konten, integrasi materi berbasis riset CPHI, serta rencana pengembangan fitur yang mendukung proses pembelajaran digital di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, CPHI Universitas Udayana menegaskan komitmennya dalam mengembangkan ekosistem pembelajaran digital yang adaptif, modern, dan mudah diakses. Penguatan kapasitas internal dalam pengelolaan e-learning menjadi fondasi penting bagi hilirisasi hasil riset dan peningkatan akses pengetahuan kesehatan masyarakat melalui media digital.
2025-11-27
Denpasar, 27 November 2025 — Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia, tim peneliti PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Diseminasi Hasil Penelitian Pemodelan AI Berbasis Graph Convolutional Network (GCN) yang berfokus pada inovasi pengendalian HIV berbasis teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lantai 3 Yayasan Kerti Praja dan menjadi bagian penting dari rangkaian penelitian yang didanai oleh hibah Penelitian Fundamental Reguler DPPM Kemendikbudsaintek. Dalam kesempatan tersebut, tim peneliti memaparkan pengembangan model kecerdasan buatan yang dirancang untuk memetakan jaringan kontak sosial populasi kunci secara dinamis. Pendekatan berbasis GCN ini memberikan kemampuan untuk mengidentifikasi pola interaksi yang berpotensi meningkatkan risiko penularan, sekaligus membuka peluang untuk merancang strategi intervensi yang lebih akurat, adaptif, dan efektif dibandingkan dengan metode konvensional. Kegiatan diseminasi ini dihadiri oleh pemangku kepentingan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, akademisi, konsultan HIV, serta pengelola program HIV dari empat mitra penelitian yaitu Yayasan Kerti Praja (YKP), Yayasan Bali Peduli (YBP), Yayasan Gaya Dewata (YGD), dan Bali Medika. Para peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai kesiapan data, relevansi konteks lapangan, serta integrasi model AI ini ke dalam program penjangkauan maupun sistem surveilans yang sedang berjalan. Diskusi berlangsung dinamis dan memberikan berbagai masukan untuk penyempurnaan model, termasuk bagaimana hasil pemodelan dapat menjadi dasar rekomendasi kebijakan, mendukung penjangkau lapangan, serta membantu pemetaan prioritas intervensi pada populasi berisiko tinggi. Kegiatan ini sekaligus menjadi forum bagi para praktisi dan peneliti untuk merancang langkah tindak lanjut dalam pengembangan GCN sebagai alat bantu inovatif untuk peningkatan mutu layanan HIV. Secara keseluruhan, diseminasi berlangsung dengan sukses dan mendapatkan dukungan positif dari seluruh peserta. Kolaborasi antarsektor, mulai dari peneliti, lembaga kesehatan, hingga organisasi komunitas, menunjukkan komitmen bersama dalam memanfaatkan teknologi untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian HIV di Bali maupun Indonesia. Melalui pengembangan pemodelan AI yang berbasis data dan kontekstual, PUI-PT CPHI Udayana berkomitmen untuk mendukung inovasi kesehatan masyarakat yang lebih presisi, responsif, dan berfokus pada populasi paling rentan.
2025-10-24
Denpasar, 24 Oktober 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana bersama mitra jejaring IndoQI-HIV Collaborative melaksanakan kegiatan Online Discussion and Review of Questionnaire sebagai tindak lanjut dari rangkaian program IndoQI-HIV Collaborative: Improving Experience, Integration, and Learning in HIV Care. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini bertujuan untuk membahas dan melakukan finalisasi terhadap instrumen penelitian, yaitu kuesioner Patient-Reported Experience Measures (PREMs) dan Readiness Mini Assessment (RMA). Kedua instrumen ini akan menjadi alat ukur standar dalam pengumpulan data dasar (baseline data collection) di seluruh lokasi penelitian mitra IndoQI. Sesi diskusi ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan indikator, terminologi, dan konteks penggunaan kuesioner agar sesuai dengan kondisi lapangan dan karakteristik populasi target. Proses review dilakukan secara kolaboratif antara tim peneliti CPHI dan enam pusat penelitian mitra yang terlibat dalam program IndoQI-HIV Collaborative, yaitu: Yayasan Intan Maharani (Sumatera Selatan) Universitas Gadjah Mada (UGM) (Yogyakarta) RSUP Dr. Kariadi (Semarang) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) (Banjarmasin) Yayasan Bali Peduli (Denpasar) Universitas Bhakti Husada (Kuningan, Jawa Barat) Diskusi difokuskan pada penyempurnaan struktur pertanyaan, skala pengukuran, serta kesesuaian konteks untuk memastikan bahwa instrumen PREMs mampu merepresentasikan pengalaman pasien secara komprehensif, sementara RMA menggambarkan kesiapan sistem layanan kesehatan dalam mendukung peningkatan mutu layanan HIV. Kegiatan ini juga menjadi tahap krusial dalam pengembangan instrumen terstandarisasi yang nantinya akan digunakan oleh seluruh mitra peneliti. Hasil finalisasi dari diskusi ini akan menjadi dasar dalam pelaksanaan pengumpulan data di masing-masing lokasi, sekaligus menjadi acuan dalam analisis perbandingan lintas situs (multi-site assessment). Langkah ini menandai komitmen CPHI Udayana bersama jejaring IndoQI untuk menghadirkan pendekatan riset yang kolaboratif, berstandar nasional, dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan HIV yang terintegrasi dan berpusat pada pasien.
2025-10-15
Denpasar, 15 Oktober 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan kegiatan Kick-Off Orientation and Tool Workshop IndoQI-HIV Collaborative sebagai langkah awal dalam inisiatif peningkatan mutu layanan HIV di Indonesia. Kegiatan ini merupakan bagian dari program IndoQI-HIV Collaborative: Improving Experience, Integration, and Learning in HIV Care yang bertujuan untuk membangun jejaring kolaboratif lintas pusat penelitian dan institusi untuk memperkuat integrasi layanan, pengalaman pasien, serta kesiapan sistem dalam peningkatan mutu layanan HIV. Workshop dilaksanakan secara daring pada Rabu, 15 Oktober 2025, dan diikuti oleh perwakilan dari berbagai pusat penelitian atau institusi anggota Jaringan Penelitian HIV Indonesia (JPHIV). Kegiatan ini juga menandai dimulainya kolaborasi antara CPHI Universitas Udayana dan enam institusi mitra, yaitu: 1. Yayasan Intan Maharani (Sumatera Selatan) 2. Universitas Gadjah Mada (UGM) (Yogyakarta) 3. RSUP Dr. Kariadi (Semarang) 4. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) (Banjarmasin) 5. Yayasan Bali Peduli (Denpasar) 6. Universitas Bhakti Husada (Kuningan, Jawa Barat) Kegiatan dimulai pada pukul 14.00 WITA dan dibuka secara resmi oleh Prof. dr. Pande Putu Januraga, S.Ked., M.Kes., DrPH, selaku Ketua PUI-PT CPHI Universitas Udayana. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya membangun jejaring riset kolaboratif untuk memperkuat sistem pelayanan HIV yang terintegrasi dan berbasis mutu. Selanjutnya, tim peneliti CPHI yang diwakili oleh dr. Gede Bagus Subha Jana Giri, MPH. memaparkan protokol kegiatan serta panduan teknis pelaksanaan baseline data collection. Sesi berikutnya berfokus pada diskusi dua instrumen utama, yaitu Patient-Reported Experience Measures (PREM) dan Readiness Mini Assessment (RMA), yang dipandu oleh Ngakan Putu Anom Harjana, S.KM., MA. Kegiatan diakhiri dengan diskusi terbuka dan sesi tanya jawab, yang menjadi wadah untuk saling berbagi pengalaman dan memperkuat rencana kolaborasi antar mitra. Melalui kegiatan ini, para peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai metodologi, alur kerja, dan tujuan dari IndoQI-HIV Collaborative. Workshop ini menjadi langkah awal terbentuknya jejaring kolaboratif yang akan memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik dalam peningkatan mutu layanan HIV di Indonesia.
2025-09-27
Amlapura, 27 September 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana bersama Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia menyelenggarakan Pelatihan Guru sebagai Fasilitator Modul SATE LILIT di Restoran Chic and Cozy, Amlapura. Pelatihan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kapasitas guru sekolah dasar sebagai ujung tombak pelaksanaan edukasi literasi pangan di tingkat sekolah. Program SATE LILIT (Selamatkan Asupan Terbaik Lewat Inovasi Literasi dan Edukasi Terpadu) merupakan inisiatif kolaboratif yang bertujuan menanamkan perilaku sadar pangan sejak dini kepada siswa sekolah dasar. Keberhasilan program sangat bertumpu pada peran guru sebagai pendidik utama dan figur teladan dalam menanamkan nilai literasi gizi, penyelamatan pangan, dan praktik keberlanjutan di lingkungan sekolah. Modul edukasi yang dikembangkan dalam program ini memuat empat topik utama: gizi seimbang, nilai sosial dalam pemborosan pangan, harmoni dengan alam melalui praktik pangan berkelanjutan, serta aksi gizi berbasis prinsip Tri Hita Karana. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para guru terkait isu sisa pangan dan literasi gizi, membekali mereka dengan metode pembelajaran interaktif, dan menyamakan persepsi mengenai peran guru sebagai fasilitator program. Selain itu, pelatihan juga memastikan guru memiliki perangkat ajar yang diperlukan untuk mengimplementasikan modul, termasuk materi cetak dan panduan fasilitasi. Selama pelatihan, peserta menerima dukungan berupa training kit yang berisi modul edukasi, panduan guru, alat tulis, serta sertifikat keikutsertaan. Program juga menyediakan konsumsi dan penggantian biaya transportasi sesuai standar yang berlaku. Dukungan ini disiapkan untuk memastikan guru memiliki sarana yang memadai dalam memfasilitasi pembelajaran SATE LILIT di kelas masing-masing. Setelah mengikuti pelatihan, para guru diharapkan mampu bekerja sama dengan mahasiswa pendamping dalam memfasilitasi sesi SATE LILIT di kelas, mengintegrasikan nilai sadar pangan dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari, memberikan masukan mengenai peningkatan modul, serta berperan sebagai penghubung dengan orang tua siswa apabila diperlukan. Peran aktif guru menjadi kunci keberhasilan program dalam menciptakan generasi yang peduli pangan dan lingkungan.
2025-09-26
Denpasar, 26 September 2025 — Rumah Sakit Universitas Udayana (RS Unud) bekerja sama dengan PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menyelenggarakan Workshop Penguatan Clinical Research Unit (CRU) sebagai forum diskusi terbuka untuk menghimpun masukan strategis dalam pengembangan CRU RS Unud sebagai upaya membangun ekosistem riset yang berdaya saing. Workshop ini dihadiri oleh pimpinan dan manajemen RS Unud, perwakilan kelompok staf medis, research group Fakultas Kedokteran, dosen dan peneliti FK Unud, serta mitra eksternal. Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan visi dan roadmap CRU RS Unud, menjaring masukan strategis, serta mengidentifikasi potensi kolaborasi untuk meningkatkan kualitas dan dampak riset klinis di tingkat nasional maupun internasional. Acara dibuka secara resmi oleh Direktur RS Universitas Udayana, Prof. Dr. dr. Anak Agung Wiradewi Lestari, Sp.PK, Subsp.BDKT(K), Subsp.KV(K). Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya keberadaan CRU sebagai pusat riset yang mampu menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui penelitian yang berbasis kebutuhan lokal. Selain itu, CRU diharapkan menjadi simpul kolaborasi antara rumah sakit, institusi pendidikan, dan mitra riset lintas sektor. Sesi utama workshop diawali dengan paparan oleh Prof. dr. Jarir At Thobari, D.Pharm., Ph.D. mengenai pengelolaan CRU di rumah sakit pendidikan di Indonesia. Selanjutnya, Dr. dr. Dewa Putu Wisnu Wardhana, Sp.BS(K), FINSS, FICS memaparkan visi dan roadmap pengembangan CRU RS Unud. Paparan juga disampaikan oleh dr. Ida Ayu Sri Wijayanti, Sp.S(K) dan Dr. dr. Luh Oliva Saraswati Suastika, Sp.JP(K) yang membagikan pengalaman dan pembelajaran dari pengembangan CRU di tingkat nasional maupun internasional. Acara dilanjutkan dengan diskusi panel bertema "Pengembangan Jejaring Riset Klinis di RS Pendidikan", yang dipandu oleh Dr. dr. Ni Made Susilawathi, Sp.S(K) sebagai moderator utama. Diskusi ini menghadirkan Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes, DrPH, Prof. Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK(K), dan Dr. dr. Agung Wiwiek Indrayani, S.Ked, M.Kes sebagai panelis. Diskusi berlangsung aktif dan menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk memperkuat CRU RS Unud sebagai pusat unggulan riset klinis. Sebagai penutup, workshop ini menegaskan pentingnya membangun ekosistem riset klinis yang kolaboratif dan berkelanjutan. Kolaborasi antara CRU RS Unud, PUI-PT CPHI Universitas Udayana, serta dukungan lintas bidang menjadi fondasi utama dalam memastikan pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terutama dalam pelaksanaan uji klinis (clinical trial), dibutuhkan kapasitas kelembagaan yang kuat dan jejaring kolaboratif untuk menghasilkan dampak nyata bagi peningkatan layanan dan kesehatan masyarakat.
2025-09-24
Surabaya, 24–25 September 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana menjadi mitra penyelenggara (Co-host) dalam kegiatan 9th International Symposium of Public Health (ISoPH) dan 1st International Conference of Epidemiology and Public Health (ICoEPH) yang diselenggarakan di Hotel Morazen, Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan internasional ini mengusung tema “Revolutionizing Public Health: Innovations and Strategies for a Resilient Future” dan menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, pembuat kebijakan, serta praktisi kesehatan dari berbagai negara untuk berbagi pengetahuan, hasil riset, dan pengalaman dalam menghadapi tantangan global di bidang kesehatan masyarakat. Tentang ISoPH & ICoEPH 2025 Diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, ISoPH & ICoEPH 2025 menyoroti penguatan inovasi kesehatan masyarakat melalui teknologi, kolaborasi lintas sektor, dan kebijakan berbasis bukti. Lebih dari 200 peserta dari berbagai negara menghadiri kegiatan ini, mencakup akademisi, peneliti, mahasiswa, lembaga pemerintah dan swasta, serta organisasi profesi di bidang kesehatan masyarakat. Konferensi ini menghadirkan pembicara dan pakar internasional dari berbagai institusi terkemuka di Asia, Australia, dan Eropa, yang membahas strategi dan terobosan baru untuk memperkuat sistem kesehatan global yang tangguh dan berkelanjutan. Selain sesi pleno, peserta juga mengikuti berbagai diskusi tematik dan presentasi ilmiah yang menampilkan hasil riset terkini di bidang epidemiologi, promosi kesehatan, gizi, kebijakan kesehatan, serta sistem informasi kesehatan digital. Kolaborasi untuk Inovasi Kesehatan yang Berkelanjutan PUI-PT CPHI Universitas Udayana berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan serta memperkuat jejaring akademik dan riset global. Keterlibatan ini menjadi bagian dari komitmen CPHI dalam mendorong kolaborasi lintas institusi dan memperluas kerja sama ilmiah di bidang inovasi kesehatan masyarakat. Melalui peran ini, CPHI turut berkontribusi dalam mendukung diseminasi hasil riset, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan inisiatif strategis di bidang kebijakan kesehatan berbasis bukti (evidence-based policy). Kegiatan ISoPH & ICoEPH 2025 menjadi momentum penting bagi seluruh peserta untuk membangun sinergi lintas sektor dan memperkuat kapasitas akademik dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
2025-09-20
Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana turut berpartisipasi sebagai volunteer dalam program 1000 Meals = 1000 Smiles yang digagas oleh Scholars of Sustenance (SOS) Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 20 September 2025 di TPA Suwung dan Banjar Tegal Kerti, Denpasar. 📅 Hari Pertama – 19 September 2025 Tim CPHI dan relawan lainnya bersama SOS Indonesia melakukan persiapan bahan dan alat untuk memasak, sekaligus menyiapkan kebutuhan teknis lainnya agar proses produksi makanan dapat berjalan lancar 📅 Hari Kedua – 20 September 2025 Kegiatan dilanjutkan dengan proses memasak, mengemas, dan mendistribusikan 1000 porsi makanan ke TPA Suwung dan Banjar Tegal Kerti Denpasar. Selain itu, tim juga ikut serta dalam menyiapkan dan mengemas paket sembako yang ditujukan bagi masyarakat terdampak banjir, sebagai bentuk kepedulian bagi kelompok rentan. Melalui keterlibatan ini, CPHI Udayana berkomitmen mendukung inisiatif SOS Indonesia untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa empati, solidaritas, dan kepedulian sosial. Satu porsi makanan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga memberikan senyum, harapan, dan semangat baru bagi penerimanya.
2025-09-16
Denpasar, 16 September 2025 – Indonesia telah mencatat kemajuan besar dalam memperluas akses layanan tes dan pengobatan HIV. Namun, tantangan seperti retensi pasien, penekanan viral load, serta integrasi layanan HIV dengan TB, kesehatan reproduksi dan seksual (SRH), dan kesehatan mental masih perlu diperkuat. Sebagai langkah awal, PUI-PT Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana, dengan dukungan pendanaan awal dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, meluncurkan inisiatif IndoQI-HIV Collaborative. Program ini bertujuan membangun jejaring kolaborasi dan penguatan kualitas layanan HIV berbasis pendekatan quality improvement (QI). Melalui inisiatif ini, hingga lima pusat penelitian dari berbagai wilayah Indonesia akan dipilih untuk: Melakukan pengumpulan data dasar (pengalaman pasien, integrasi layanan, kesiapan QI) di fasilitas layanan HIV. Berpartisipasi dalam tiga sesi pembelajaran daring dan Pertemuan Nasional untuk berbagi temuan dan praktik baik. Menyusun laporan ringkasan situs, berkontribusi pada policy brief, dan peluang publikasi akademik bersama. CPHI menyediakan dana Rp 25.000.000 juta per pusat penelitian/institusi, pelatihan teknis, pendampingan, pembiayaan perjalanan untuk Pertemuan Nasional, dan visibilitas di platform diseminasi nasional maupun internasional. Kriteria Peserta Berbasis di universitas, lembaga penelitian, atau badan kesehatan masyarakat resmi di Indonesia. Memiliki pengalaman dalam penelitian HIV dan/atau kesehatan masyarakat. Mampu bekerja sama dengan minimal satu fasilitas layanan HIV untuk pengumpulan data. Berkomitmen pada pembelajaran kolaboratif, berbagi data, dan diseminasi hasil. Pengajuan Kirimkan dokumen berikut ke email cphi@unud.ac.id selambat-lambatnya 26 September 2025: Letter of Interest (maksimal 2 halaman) yang memuat motivasi dan relevansi. Profil pusat penelitian, termasuk keahlian utama dan proyek yang sedang berjalan. Kontak narahubung utama (nama, jabatan, email, dan nomor telepon). Deskripsi singkat pengalaman terkait penelitian HIV atau kesehatan masyarakat. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui email: cphi@unud.ac.id. Mari bersama memperkuat kualitas layanan HIV di Indonesia melalui jejaring IndoQI-HIV Collaborative.
2025-08-04
Denpasar, 1 Agustus 2025 — PUI-PT Center for Public Health Innovation Universitas Udayana menggelar Workshop Tata Kelola Jurnal Ilmiah: Penguatan Kapasitas Menuju Profesionalisme dan Indeksasi SINTA pada Jumat, 1 Agustus 2025. Kegiatan ini menghadirkan Andista Candra Yusro, perwakilan Relawan Jurnal Indonesia (RJI), sebagai narasumber utama. Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim pengelola jurnal, baik editor, reviewer, maupun admin, dalam pengelolaan naskah secara profesional. Materi yang diberikan mencakup strategi tata kelola jurnal, proses editorial yang efektif, komunikasi dengan penulis, hingga persiapan menuju indeksasi SINTA. Dalam sambutannya, Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH., Ketua PUI CPHI menyampaikan bahwa profesionalisme dalam pengelolaan jurnal ilmiah menjadi kunci untuk meningkatkan reputasi dan kredibilitas institusi. Melalui kolaborasi workshop dengan RJI, diharapkan proses publikasi jurnal di lingkungan CPHI semakin terstandar dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
2025-06-13
Denpasar, 13 Juni 2025 – Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Apt. I Ketut Adnyana, M.Si., Ph.D., melakukan kunjungan ke Pusat Unggulan IPTEKS Perguruan Tinggi (PUI-PT) Center for Public Health Innovation (CPHI) Universitas Udayana. Kegiatan ini berlangsung di Kantor PUI-PT CPHI, Gedung Timur Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Kampus Sudirman, Denpasar. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua PUI-PT CPHI, Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes., DrPH, bersama para konsultan dan peneliti penuh waktu CPHI. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian proses evaluasi dan tindak lanjut proposal pengelolaan PUI-PT tahun 2025. Dalam sesi diskusi, Prof. Ketut Adnyana menyampaikan sejumlah masukan konstruktif untuk memperkuat kelembagaan serta mendorong arah pengembangan PUI-PT CPHI di masa mendatang. Beliau juga berkesempatan meninjau langsung berbagai produk pengetahuan yang telah dihasilkan oleh tim peneliti. Selain itu, Prof. Ketut turut mengunjungi fasilitas riset yang menjadi salah satu inovasi unggulan CPHI dalam strategi pengendalian penyakit berbasis vektor.
2025-04-14
Dalam rangka mendukung pelaksanaan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas se-Kota Denpasar, Tim CPHI (Center for Public Health Innovation) Universitas Udayana telah menggelar Pelatihan Enumerator pada Senin, 14 April 2025 di Denpasar. Pelatihan ini ditujukan bagi mahasiswa dan alumni bidang kesehatan yang akan bertugas sebagai enumerator dalam proses pengumpulan data. Materi pelatihan meliputi: ✅ Pre-Test pemahaman dasar SKM ✅ Pemaparan metode dan teknis pelaksanaan survei ✅ Diskusi interaktif dan role play wawancara ✅ Post-Test evaluasi akhir Peserta dibekali pemahaman tentang etika wawancara, prosedur pengisian kuesioner digital melalui aplikasi Clappia, serta SOP protokol lapangan, termasuk pelaporan harian dan pelaksanaan survei yang etis dan aman. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjamin validitas data yang akan digunakan sebagai dasar perumusan kebijakan peningkatan mutu layanan Puskesmas di Kota Denpasar.
2025-04-09
Peneliti Utama (PI/Co-PI): Dr. Luh Putu Lila Wulandari Peneliti Lain: Dr. Pande Putu Januraga, Prof. Rebecca Guy, Prof. Virginia Wiseman Latar Belakang Bidan swasta memegang peranan sentral dalam layanan antenatal care (ANC) di Indonesia, di mana lebih dari 50% ibu hamil memilih layanan ini sebagai sumber utama pemeriksaan kehamilan. Mengingat peran strategis tersebut, integrasi klinik bidan swasta ke dalam Program Triple Eliminasi Nasional—yang bertujuan mengeliminasi penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak—merupakan langkah penting dalam peningkatan kualitas kesehatan ibu dan bayi. Dalam rangka memperkuat implementasi program ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia akan meluncurkan sebuah proyek percontohan yang mengintegrasikan pemeriksaan point-of-care (POC) untuk HIV, sifilis, dan hepatitis B di klinik bidan swasta. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi dini infeksi dan memfasilitasi rujukan yang cepat dan tepat ke puskesmas atau rumah sakit rujukan untuk penanganan lebih lanjut. Kebijakan ini sejalan dengan strategi kesehatan global, termasuk inisiatif Eliminasi Penularan dari Ibu ke Anak (EMTCT) yang dicanangkan oleh WHO. Meskipun demikian, tantangan besar masih dihadapi, khususnya terkait sistem rujukan dari layanan kesehatan swasta ke fasilitas publik. Hingga saat ini, keterlibatan klinik bidan swasta dalam proses rujukan setelah deteksi infeksi belum banyak dievaluasi dari aspek kelayakan dan efektivitasnya. Tujuan Penelitian Studi ini akan menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam dengan berbagai kelompok pemangku kepentingan, termasuk klien (ibu hamil) yang menerima layanan ANC, bidan swasta, tenaga kesehatan di puskesmas, serta pembuat kebijakan di tingkat lokal dan nasional untuk mengevaluasi kelayakan dan efektivitas mekanisme rujukan dari sektor swasta ke publik serta mengidentifikasi bentuk dukungan yang diperlukan oleh klien, bidan swasta, dan tenaga kesehatan di fasilitas rujukan publik untuk memperkuat implementasi program. Temuan dari penelitian ini akan memberikan rekomendasi berbasis bukti untuk memperkuat integrasi antara sistem layanan kesehatan swasta dan publik dalam konteks program EMTCT. Selain itu, hasil studi ini akan memberikan kontribusi penting terhadap penguatan kebijakan kesehatan ibu dan anak di Indonesia serta menjadi rujukan berharga bagi negara-negara lain yang menghadapi tantangan serupa. Baca berita selengkapnya di https://rapidpoc.org.au/project-15-20250408/
2025-03-24
Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) adalah inisiatif dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia yang bertujuan mempercepat lahirnya doktor-doktor muda berkualitas. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan sarjana unggul untuk langsung melanjutkan studi ke jenjang doktor tanpa harus menempuh program magister secara terpisah. Dengan sistem percepatan, peserta diharapkan dapat menyelesaikan studi hingga tingkat doktor dalam waktu empat tahun. PMDSU juga menawarkan bimbingan intensif dari promotor ahli, pendanaan penuh, serta dukungan penelitian, sehingga lulusan program ini dapat berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di Indonesia. Pada tahun 2025, proses seleksi promotor untuk Program PMDSU Batch IX telah berlangsung yang diikuti dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam seleksi ini, dua akademisi terkemuka dari Universitas Udayana berhasil lolos sebagai promotor, yakni Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes, Dr.PH. dari Fakultas Kedokteran dan Prof. I Dewa Gede Ary Subagia, S.T, M.T, Ph.D. dari Fakultas Teknik. Keberhasilan ini mencerminkan dedikasi serta kompetensi mereka dalam bersaing di tingkat nasional untuk dapat membimbing dan mencetak generasi ilmuwan muda yang unggul di Indonesia. Promotor dalam Program PMDSU memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa dari jenjang sarjana menuju doktor dalam waktu yang lebih singkat. Sebagai mentor utama, promotor bertanggung jawab dalam merancang serta mengawasi proses penelitian mahasiswa agar berjalan sesuai dengan standar akademik yang tinggi. Mereka juga berperan dalam memberikan arahan ilmiah, mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa, serta memastikan kelancaran studi melalui supervisi yang intensif. Selain itu, promotor berfungsi sebagai penghubung antara mahasiswa dengan jaringan akademik dan industri, membuka peluang kolaborasi riset, serta mendorong publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Dengan bimbingan yang optimal, promotor berkontribusi dalam mencetak doktor-doktor muda yang berkualitas dan siap bersaing di tingkat global. Setelah promotor terpilih dalam Program PMDSU, langkah selanjutnya adalah proses rekrutmen mahasiswa yang akan mengikuti program ini. Promotor yang telah lolos seleksi akan mengajukan proposal penelitian yang akan menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menjalankan studinya. Kemudian, dilakukan seleksi mahasiswa yang berhak mengikuti PMDSU. Calon peserta yang merupakan lulusan sarjana unggul harus melalui tahapan seleksi akademik dan administrasi, termasuk penilaian rekam jejak akademik serta kesesuaian minat penelitian dengan bidang promotor. Setelah mahasiswa diterima, mereka akan langsung memulai program studi yang mencakup penelitian intensif di bawah bimbingan promotor. Selama masa studi, mahasiswa akan menjalani evaluasi berkala untuk memastikan progres penelitian mereka sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, mereka didorong untuk mempublikasikan hasil penelitian di jurnal bereputasi dan berpartisipasi dalam seminar ilmiah. Dengan sistem yang terstruktur ini, PMDSU bertujuan mencetak doktor muda yang kompeten dalam waktu yang lebih cepat, sehingga dapat mempercepat kontribusi mereka dalam dunia akademik dan industri. Info selanjutnya baca di https://dikti.kemdikbud.go.id/pengumuman/pengumuman-hasil-seleksi-perguruan-tinggi-penyelenggara-dan-calon-promotor-beasiswa-pmdsu-batch-ix/ Pantau info pendaftaran di web http://beasiswadosen.kemdikbud.go.id/
2025-03-10
Mataram, 8 Maret 2025 – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (UNIZAR) mengadakan Workshop Roadmap Penelitian yang menghadirkan Prof. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes, DrPH, dari Center for Public Health Innovation Universitas Udayana. Dalam sesi ini, Prof. Pande menekankan pentingnya roadmap penelitian sebagai panduan sistematis untuk menghasilkan riset yang aplikatif bagi masyarakat. Beliau menjelaskan dua aspek kunci dalam membangun roadmap penelitian yang kuat: pemahaman riset translasional dan kolaborasi multidisiplin. Selain itu, evaluasi berkala juga diperlukan untuk memastikan dampak riset tidak hanya sebatas publikasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi tenaga medis dan masyarakat. Prof. Pande juga mengidentifikasi tantangan utama dalam implementasi roadmap, termasuk pendanaan jangka panjang, kurangnya kolaborasi lintas disiplin, serta kebutuhan bimbingan bagi peneliti muda. Sebagai solusi, beliau merekomendasikan untuk menguatkan kelompok riset, memanfaatkan hibah penelitian, serta membangun jejaring dengan peneliti senior untuk meningkatkan kualitas riset translasional. Selengkapnya: https://unizar.ac.id/strategi-efektif-dalam-penyusunan-roadmap-penelitian-prof-dr-pande-putu-januraga-tekankan-pentingnya-riset-translasional/