2023-04-17
Oleh: Mellysa Kowara, S.KM., MScPH. (Center for Public Health Innovation Fakultas Kedokteran Universitas Udayana)
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Menyusui merupakan suatu anugerah yang dimiliki seorang ibu untuk memenuhi hak bayi dalam mendapatkan ASI. Sesuai anjuran dari WHO, menyusui secara langsung atau yang biasa disebut Direct Breastfeeding (DBF) sangat dianjurkan karena telah terbukti memberikan banyak manfaat baik untuk ibu maupun bayi. Namun, terkadang terdapat kondisi ibu maupun bayi yang tidak memungkinkan untuk menyusui secara langsung misalnya ibu bekerja maupun bayi yang terlanjur bingung puting. Nah, untuk menjawab permasalahan tersebut maka dikenalkanlah istilah ekslusif pumping atau eping yang merupakan metode menyusui dengan hanya memompa saja. Tentu saja metode ini memiliki banyak kelebihan dan kekurangan. Untuk itulah, sebelum memutuskan untuk menjadi ibu eping ada baiknya anda membaca dahulu serba-serbi seputaran eping di bawah ini:
Pengertian Eksklusif Pumping (EPING)
Eksklusif pumping sebenarnya merupakan metode lama pemberian ASI namun baru-baru ini hal tersebut mulai dikenalkan secara luas oleh konselor ASI sebagai metode alternatif pemberian ASI. Jadi eping adalah suatu metode menyusui hanya melalui ASI perah yang dipompa secara teratur. Jadi kuncinya adalah pemerahan ASI secara teratur atau mengikuti jadwal tertentu dengan tujuan untuk menciptakan demand palsu bagi tubuh ibu untuk memproduksi ASI. Kemudian, ASI perah dapat diberikan melalui media seperti botol dot, sendok ataupun alat bantu lainnya kepada bayi. Terkadang eping dapat menjadi solusi sementara waktu sampai ibu dapat menyusu langsung pada ibunya. Namun beberapa ibu juga melakukannya dalam jangka waktu panjang karena kondisi tidak dapat menyusui secara langsung ataupun karena faktor kenyamanan.
Jadwal Pumping yang Direkomendasikan untuk Ibu Eping
Sebagai ibu eping, sangat wajib untuk mengikuti jadwal perah yang telah dianjurkan oleh Konselor ASI. Jadwal ini terbukti dapat menjaga supply ASI bahkan hingga bayi berumur 2 tahun. Untuk memperlancar produksi ASI maka ibu eping harus memperhatikan faktor frekuensi pompa berdasarkan umur bayi, melakukan pompa ASI dini hari dan durasi pompa yang direkomendasikan.
Tabel diatas merupakan jadwal perah yang direkomendasikan untuk diikuti oleh ibu eping. Untuk bayi berusia 0-6 bulan, ibu disarankan untuk memompa ASI setiap 2 jam sekali karena nutrisi bayi hanya didapatkan dari ASI saja. Ketika bayi mulai memasuki usia MPASI maka, jadwal pumping ibu akan berkurang karena kebutuhan nutrisi harus dipenuhi oleh sumber makanan padat lainnya. Untuk durasi pompa disarankan selama 20-30 menit setiap sesi atau sesuai kenyamanan ibu. Untuk mempertahankan supply ASI, ibu eping direkomendasikan untuk tidak melewatkan sesi pompa dini hari (antara pukul 01.00 s.d 5 pagi) karena hormon prolaktin yang sangat tinggi pada jam tersebut.
Memutuskan menjadi Ibu Eping, apa yang harus diperhatikan?
Menjadi ibu eping tidaklah mudah karena memerlukan komitmen yang besar, dukungan orang terdekat/komunitas ASI dan tentu saja peralatan pompa yang mumpuni, Jangan pernah memutuskan untuk menjadi ibu eping disaat hati masih setengah-setengah karena keputusan menjadi ibu eping sangatlah besar dan sangat berdampak pada hidup ibu itu sendiri.
1. Komitmen yang besar
Komitmen yang besar harus menjadi landasan seorang ibu ketika hendak memutuskan menjadi seorang ibu eping. Tanyalah pada diri sendiri apa alasan menjadi ibu eping, jika jawabannya adalah untuk memenuhi hak anak dan sudah paham betul bahaya susu formula maka lanjutkan keputusan besar tersebut. Namun, jika alasan menjadi ibu eping hanya karena mengikuti trend atau teman maka sebaiknya hal ini tidak dilakukan. Ingat! menjadi ibu eping tidaklah mudah dan memerlukan pengorbanan yang besar.
2. Dukungan orang terdekat/komunitas pendukung ASI
Menyusui tidak seindah teori. Mungkin ini ungkapan yang tepat untuk menggambarkan kondisi menyusui dan permasalahan yang dialami oleh para ibu. Dukungan orang terdekat seperti suami, keluarga ataupun komunitas pendukung ASI sangatlah penting ketika seorang ibu menghadapi masalah menyusui. Terkadang masalah yang timbul sangat menyakitkan psikis maupun fisik ibu itu sendiri. Dan tidak jarang seorang ibu menyerah untuk menyusui karena tidak mampu melewatinya. Komunitas menyusui dapat menjadi wadah untuk menumpahkan segala uneg-uneg maupun mencari solusi dari permasalahan menyusui yang dihadapi.
3. Peralatan Pompa ASI
Sebagai ibu eping, peralatan pompa ASI merupakan hal wajib yang harus dimiliki. Disarankan untuk menggunakan alat pompa elektrik sehingga energi ibu tidak terkuras untuk pumping secara manual ditambah dengan jadwal perah yang padat. Peralatan pompa yang diperlukan tidak harus yang mahal namun nyaman dipakai karena peralatan pompa yang cocok antara satu ibu dengan ibu lainnya akan berbeda. Untuk itu sangat penting untuk menyewa berbagai brand pompa ASI sebelum memutuskan untuk membelinya.
Itulah informasi singkat terkait metode eksklusif pumping atau yang dikenal dengan istilah Eping. Apapun metode menyusui yang dipilih baik menyusui langsung atau pompa, seorang ibu tentu saja menginginkan hal terbaik untuk bayinya. Mari kita support apapun keputusan tersebut dan semoga artikel ini bermanfaat.