Home Penelitian Produk Pengetahuan IndoQi Berita Tentang Kami

Bergabung untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran terkait kesehatan

Atau

Contact us

Modul Pelatihan Pimpinan Organisasi: Penguatan dan Pelibatan Komunitas HIV dalam Memimpin Perjuangan Hak Asasi Manusia pada Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Respons terhadap Bencana dan Pandemi

2024-08-01

Oleh

Ngakan Putu Anom Harjana, Ni Kadek Sudastri, Pande Putu Januraga

Dalam menghadapi tantangan global yang dihadapi saat ini, termasuk bencana dan pandemi, peran komunitas HIV menjadi semakin krusial dalam memperjuangkan hak asasi manusia dan memastikan akses yang adil terhadap layanan kesehatan. Yayasan Spiritia, sebagai salah satu Principal Recipient (PR) yang menerima dukungan pendanaan dari The Global Fund untuk periode 2024-2026, memiliki tanggung jawab sosial yang besar dalam penanggulangan dan pencegahan HIV-AIDS di Indonesia. Yayasan Spiritia akan memimpin pelaksanaan kegiatan penjangkauan bagi populasi kunci, termasuk LSL, Waria, dan Penasun di 159 kabupaten/kota, serta menyediakan dukungan psikologis dan sosial bagi Orang Dengan HIV di 200 kabupaten/kota di 38 provinsi. 



Modul pelatihan ini disusun untuk memperkuat dan melibatkan komunitas HIV dalam memimpin perjuangan hak asasi manusia selama bencana dan pandemi. Dalam konteks program Yayasan Spiritia, modul ini bertujuan untuk memberikan panduan praktis dalam pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons terhadap krisis. Dengan menjalin kerja sama yang erat dengan mitra Sub Recipient (SR) di tingkat nasional, Sub Sub Recipient (SSR) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, serta Implementing Unit (IU) di tingkat provinsi, modul ini akan membantu memastikan pelaksanaan program yang efektif dan inklusif.



Modul ini memberikan panduan tentang bagaimana para pemimpin organisasi dapat mendistribusikan peran dan tanggung jawab secara efektif kepada anggota tim, mengimplementasikan rencana strategi secara sistematis dan terkoordinasi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap implementasi rencana strategi. Dengan teknik fasilitasi yang efektif dan pengelolaan dinamika kelas yang produktif, modul ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pemimpin dalam menghadapi situasi krisis dan memastikan keberlanjutan akses layanan bagi komunitas HIV.