2026-06-02
Wardhani BDK, Grulich AE, Kawi NH, Prasetia Y, Luis H, Wirawan GBS, Pradnyani PE, Kaldor J, Law M, Ronoatmodjo S, Sihotang EP, Januraga PP, Bavinton BR.
Infeksi HIV masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, terutama pada kelompok populasi kunci yang menghadapi risiko penularan lebih tinggi. Laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (MSM) dan perempuan transgender merupakan dua kelompok yang terus menunjukkan peningkatan beban epidemi HIV dalam beberapa tahun terakhir. Namun, data longitudinal yang mampu menggambarkan tren prevalensi dan insidensi HIV pada kelompok tersebut masih terbatas.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti melakukan studi kohort observasional retrospektif yang memanfaatkan data layanan HIV dari sejumlah fasilitas kesehatan dan organisasi komunitas di Bali dan Jakarta selama periode 2017–2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur prevalensi dan insidensi HIV pada MSM dan perempuan transgender, serta mengidentifikasi karakteristik yang berhubungan dengan peningkatan risiko infeksi HIV.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi HIV pada kedua kelompok tersebut berada pada tingkat yang sangat tinggi. Selain itu, angka insidensi HIV yang ditemukan mengindikasikan masih terjadinya penularan baru secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan bahwa epidemi HIV pada populasi kunci di Indonesia masih memerlukan perhatian serius melalui penguatan strategi pencegahan, deteksi dini, dan keterhubungan dengan layanan kesehatan yang komprehensif.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya peningkatan akses terhadap tes HIV rutin, perluasan cakupan layanan pencegahan, penguatan edukasi kesehatan seksual, serta implementasi intervensi berbasis bukti yang mampu menjangkau populasi kunci secara efektif dan inklusif. Upaya-upaya tersebut menjadi semakin penting mengingat berbagai tantangan yang masih dihadapi, termasuk stigma, diskriminasi, dan hambatan akses terhadap layanan kesehatan.
Hasil studi ini telah dipresentasikan pada Pertemuan Nasional Jaringan Peneliti HIV Indonesia (PERNAS JPHIV) Tahun 2023 di Bali sebagai bagian dari sesi Early Career Researcher Presentation. Selanjutnya, penelitian ini berhasil dipublikasikan di Journal of the International AIDS Society (JIAS) dengan judul “Very High HIV Prevalence and Incidence among Men Who Have Sex with Men and Transgender Women in Indonesia: A Retrospective Observational Cohort Study in Bali and Jakarta, 2017–2020.”
Publikasi ini diharapkan dapat menjadi kontribusi penting dalam penguatan kebijakan dan program HIV di Indonesia, khususnya dalam mendukung perencanaan intervensi yang lebih tepat sasaran bagi populasi kunci. Temuan penelitian juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, akademisi, fasilitas layanan kesehatan, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas untuk mempercepat upaya pengendalian epidemi HIV serta mencapai target eliminasi HIV di Indonesia.